Senin, 31 Mei 2021

 Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan                                                            Medan,   Mei 2021

POTENSI DAMAR MATA KUCING DAN EKOWISTA TAHURA NIPA NIPA DI SULAWESI TENGGARA

 

 

Dosen Penanggung Jawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh :

Grace Rama Novelyta Br Sembiring

191201120

HUT 4C

 

 


 


PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih karuniaNya sehingga penulisan paper dengan judul “Potensi Damar Mata Kucing di Tahura Nipa Nipa, Sulawesi Tenggara” yang disusun sebagai salah satu syarat dalam mengikuti mata kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Dalam menulis paper ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si selaku dosen pembimbing mata kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan yang telah mengajarkan materi pembelajaran dengan baik.

Penulis menyadari masih banyaknya kekurangan dan kelemahan pada tulisan paper ini akibat terbatasnya kemampuan penulis. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis sangat mengharapkan adanya kritik ataupun saran guna penyempurnaan tugas tugas selanjutnya dan penulis juga ingin meyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulisan paper ini.

 

Medan,    Mei 2021

 

                                          Penulis

 

 

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR...................................................................................... i

DAFTAR ISI..................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang..................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah................................................................................ 2

1.3 Tujuan.................................................................................................. 2

BAB II ISI

2.1 Karakteristik Damar Mata Kucing....................................................... 3

2.2 Potensi Ekonomi Damar Mata Kucing................................................ 3

2.3 Potensi Ekowisata Tahura Nipa Nipa.................................................. 3

2.4 Potensi Ekologi Tahura Nipa Nipa....................................................... 4

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan.......................................................................................... 5

3.2 Saran.................................................................................................... 5

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekowisata kawasan hutan tropika yang tersebar di kepulauan yang sangat menjanjikan untuk ekowisata dan wisata khusus. Kawasan hutan yang dapat berfungsi sebagai kawasan wisata yang berbasis lingkungan adalah kawasan Pelestarian Alam (Taman Nasional, Taman Hutan Raya, Taman Wisata Alam), kawasan suaka Alam (Suaka Margasatwa) dan hutan lindung melalui kegiatan wisata alam terbatas, serta Hutan Produksi yang berfungsi sebagai Wana Wisata. Guna mencegah kerusakan hutan agar tidak semakin parah, banyak cara dilakukan berbagai negara yang sudah menyadari hutan mereka sudah hampir musnah. Salah satu upayanya adalah mengembangkan ekowisata (ecotourism) sebagai sumber mata pencaharian untuk mengurangi tekanan terhadap hutan (Flamin et al., 2013).

Destinasi yang diminati oleh wisatawan ekotour, karena memiliki keanekaragaman flora dan fauna, fenomena alam yang indah, objek budaya dan sejarah serta kehidupan masyarakat lokal yang unik. Bisnis konservasi merupakan pemanfaatan kawasan hutan konservasi sebagai obyek kawasan wisata alam dalam pembangunan ekonomi tanpa merubah fungsi ekosistem lingkungan kawasan konservasi tersebut. Dapat dikatakan juga bahwa ekowisata merupakan konsep pariwisata yang sangat alternatif yang secara konsisten mengedepankan nilai - nilai alam, sosial, dan masyarakat yang memungkinkan adanya interaksi positif antar-para pelakunya (Isanto, 2018).

Kawasan Pelestarian Alam Tahura Murhum yang kini sudah mengganti nama menjadi Tahura Nipa-Nipa yang merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di dua wilayah administrasi yaitu Kota Kendari dan Kabupaten Konawe. Keberadaan hutan dengan berbagai manfaat yang dimilikinya memiliki korelasi yang cukup kuat dengan dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan. Pengelolaan hutan secara tepat dengan menerapkan asas lestari, dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan dimana akan berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. Sebaliknya, pemanfaatan hutan oleh masyarakat sekitar hutan disinyalir dapat menimbulkan kerusakan hutan jika tidak ada pengelolaan kelestarian yang berimbang (Mukaddas, 2019).

Kawasan Hutan Nipa-Nipa seluas 8.146 ha ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya (Tahura) berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 289/Kpts-II/95 tanggal 12 Juni 1995. Hal ini dikarenakan hutan Gunung Nipa-Nipa memiliki potensi sumberdaya alam berupa keanekaragaman jenis flora dan fauna, tipe ekosistem dan obyek wisata alam yang cukup menarik serta merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa yang dilindungi undang-undang. Dengan demikian Tahura Nipa-Nipa berfungsi sebagai kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa bagi kepentingan penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi alam. Disisi lain Tahura juga memberikan manfaat langsung untuk masyarakat Kendari di sekitar kawasan, yakni sebagai penyedia/sumber air bersih (Mey, 2010).

1.2 Rumusan Masalah

            Adapun rumusan masalah dari paper Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudul “Potensi Damar Mata Kucing di Tahura Nipa Nipa, Sulawesi Tenggara” adalah sebagai berikut :

1.    Apa karakteristik dari damar mata kucing?

2.    Apa potensi ekonomi dari damar mata kucing?

3.    Apa potensi ekowisata di Tahura Nipa Nipa?

4.    Apa potensi ekologi di Tahura Nipa Nipa?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari paper Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudul “Potensi Damar Mata Kucing di Tahura Nipa Nipa, Sulawesi Tenggara” adalah sebagai berikut :

1.    Untuk mengetahui karakteristik dari damar.

2.    Untuk mengetahui potensi ekonomi dari damar.

3.    Untuk mengetahui potensi ekowisata di Tahura Nipa Nipa.

4.    Untuk mengetahui potensi ekologi di Tahura Nipa Nipa.




BAB II

ISI

2.1 Karakteristik Damar Mata Kucing

            Dipterocarpaceae pada umumnya menghasilkan getah yang banyak dimanfaatkan di dunia industri. Salah satu jenis dari famili Dipterocarpaceae yang tersebar di hutan Sulawesi tenggara adalah jenis pooti (Hopea gregaria) yang pohonnya berukuran sedang dan dapat mencapai tinggi sampai 35 m. Jenis pooti dikenal menghasilkan damar yang dikenal dengan damar mata kucing.

2.2 Potensi Ekonomi Damar Mata Kucing

            Potensi ekonomi getah damar mata kucing telah dikenal sejak lama dalam perdagangan internasional. Damar mata kucing dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan batik, pembuatan perekat, cat, pernis, lilin, dan bahan pengeras. Damar mata kucing telah banyak dimanfaatkan di berbagai bidang antara lain sebagai bahan baku untuk perekat, cat, lilin, dan bahan pengisi kertas. Damar mata kucing banyak digunakan sebagai bahan mentah dalam industri-industri campuran karet, lak, vernis, plastik, macam-macam kulit,korek api, bahan isolator, obat-obatan dan industri bahan peledak. Kualitas setiap damar bisa berbeda tergantung dari sifat yang dimiliki oleh damar itu sendiri, misalnya seperti sifat fisik, fisika dan kimia yang terdapat pada damar (Uslinawaty et al., 2021).

2.3 Potensi Ekowisata Tahura Nipa Nipa

            Kawasan Tahura Nipa-Nipa khususnya Kelurahan Watu-Watu Kecamatan Kendari Barat, atraksi panorama alam terdiri atas beberapa obyek daya tarik wisata alam di antaranya adalah sebagai berikut :

a. Air terjun Lahundape

            Air terjun Lahundape merupakan obyek wisata alam yang teletak pada kawasan hutan konservasi Tahura Nipa-Nipa. Untuk mencapai lokasi ini dapat menggunakan sarana transportasi darat melalui jalan-jalan kecil (lorong) sepanjang jalan protokol Kota Kendari, di Kelurahan Kemaraya, Benu-Benua, Tipulu, Sodohoa, Gunung Jati, dan Mangga Dua. Air terjun dapat dicapai melalui lorong PMI (Kemaraya) kemudian berjalan kaki melewati jalan setapak sejauh 3,5 Km dengan waktu tempuh ± 2 jam (kondisi medan agak berat). Permandian ini menyuguhkan keindahan alam dan kesejukkan hutannya. Berikut gambar mengenai kondisi air terjun.


b. Camping Ground

            Camping ground merupakan salah satu arena untuk perkemahan bagi para pengunjung yang khusus datang di kawasan ini untuk berbagai jenis kegiatan di antaranya lintas alam, penelitian dan lain-lain.

2.4 Potensi Ekologi di Tahura Nipa Nipa

            Jenis-jenis pohon yang ditemukan pada kawasan Tahura Nipa-Nipa antara lain : damar (Shorea sp), bolongita (Tetrameles nudiflora), ponto (Buchanania arbirences), kuma (Drypentes longifolia), bintagur (Calophyllum sp), kayu besi (Metrocyderos petiolata), eha (Castanopsis buruana), bolo-bolo (Adenandra celebica), bolo-bolo putih (Theo lanceolata), waru (Hibiscus tiliaceus), kayu puta (Baringtonia racemosa), berbagai jenis palem (Nongella sp, Pinanga caesia dan Licuala sp) serta rotan (Daemonorops sp), rotan batang (Calamus zollingeri), rotan lambing (Calamus ornatur var. Celebicus).

 




BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Salah satu jenis dari famili Dipterocarpaceae yang tersebar di hutan Sulawesi tenggara adalah jenis pooti (Hopea gregaria) yang pohonnya berukuran sedang dan dapat mencapai tinggi sampai 35 m. Jenis pooti dikenal menghasilkan damar yang dikenal dengan damar mata kucing.

2. Damar mata kucing telah banyak dimanfaatkan di berbagai bidang antara lain sebagai bahan baku untuk perekat, cat, lilin, dan bahan pengisi kertas.

3. Kawasan Tahura Nipa-Nipa khususnya Kelurahan Watu-Watu Kecamatan Kendari Barat, atraksi panorama alam terdiri atas beberapa obyek daya tarik wisata alam di antaranya ialah air terjun Lahundape dan camping ground.

4. Ada banyak jenis tumbuhan yang bisa ditemukan di Tahura Nipa Nipa ini.

5. Disisi lain Tahura juga memberikan manfaat langsung untuk masyarakat Kendari di sekitar kawasan, yakni sebagai penyedia/sumber air bersih

3.2 Saran

            Peningkatan sinergitas dari berbagai pihak untuk pengembangan ekowisata di kawasan Tahura Nipa-Nipa, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara seperti pemerintah daerah, BKSDA, lembaga swadaya masyarakat, swasta, dan masyarakat sangat diperlukan

 


DAFTAR PUSTAKA

Arafah N, Hafidah N, Narni. 2015. Analisis Sosial Ekonomi Masyarakat
Perambah di Kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa Kota. Jurnal Ecogreen, 1(1) : 1 – 10.

Flamin A, Asnaryati. 2013. Potensi Ekowisata dan Strategi Pengembangan Tahura Nipa Nipa, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 2(2) : 154 – 168.

Isanto. 2018. Potensi Ekowisata Dikawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nipa-Nipa di Kelurahan Watu-Watu. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 3(1) : 106 – 121.

Mey D. 2010. Konservasi Tanah Berbasis Erosi di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nipa-Nipa Kota Kendari. Jurnal Agriplus, 20(2) : 170 – 181.

Mukaddas J. 2019. Nilai Jasa Lingkungan Kawasan Hutan Sebagai Penyedia Air Bersih Bagi Masyarakat Sekitar Kawasan Tahura Nipa-Nipa. Kota Kendari. Jurnal Akrab Juara, 4(2) : 15 – 25.

Uslinawaty Z, Nurhayati H, Niken P, Nurnaningsih H, Abigael K, Anggi N. 2021. Kualitas Damar Pohon Pooti (Hopea gregaria) Berdasarkan Uji Visual, Bilangan Asam, dan Kadar Abu. Jurnal Perennial, 17(1) : 1 – 4.